Hubungi Kami

EnglishIndonesian

Author: Antony Yudi

Akuntansi agrikultur bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi dan pengungkapan yang terkait dengan aktivitas agrikultur.

Aktivitas agrikultur (agricultural activity) adalah manajemen transformasi biologis dan panen aset biologis oleh entitas untuk dijual atau untuk dikonversi menjadi produk agrikultur atau menjadi aset biologis tambahan.

Transformasi biologis yang dimaksud dalam PSAK 69 adalah proses pertumbuhan, degenerasi, produksi, dan prokreasi yang mengakibatkan perubahan kualitatif atau kuantitatif aset biologis.

PSAK 69 diterapkan untuk pencatatan hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas agrikultur, antara lain:

  • aset biologis, kecuali tanaman produktif (bearer plants)
  • produk agrikultur pada titik panen; dan
  • hibah pemerintah terkait aktivitas agrikultur.

Namun, PSAK 69 tidak dapat diterapkan untuk hal-hal antara lain:

  • tanah yang terkait dengan agrikultur
  • tanaman produktif
  • hibah pemerintah yang terkait dengan tanaman produktif; serta
  • aset tak berwujud yang terkait dengan aktivitas agrikultur.

Aset biologis dalam PSAK 69 adalah hewan atau tanaman hidup, termasuk pula didalamnya produk yang tumbuh pada tanaman produktif. Tanaman produktif (bearer plant) adalah tanaman hidup yang:

  • digunakan dalam produksi atau penyediaan produk agrikultur
  • diharapkan untuk menghasilkan produk untuk jangka waktu lebih dari satu periode; dan
  • memiliki kemungkinan yang sangat jarang untuk dijual sebagai produk agrikultur, kecuali untuk penjualan sisa yang insidental (incidental scrap).

Biaya perolehan tanaman produktif harus diakui sebagai aset jika dan hanya jika kemungkinan besar entitas akan memperoleh manfaat ekonomik masa depan dari aset tersebut dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.

Sebelum siap menghasilkan (mature) diukur sebesar akumulasi biaya, seperti perlakuan kapitalisasi biaya untuk aset tetap yang dikonstruksi sendiri, sampai dengan siap untuk digunakan. Penetapan biaya perolehan dilakukan sebagai berikut:

  • Setiap laba internal dieliminasi
  • Pemborosan yang terjadi dalam pemakaian bahan baku, tenaga kerja, atau sumber daya lain dalam proses transformasi biologis sampai siap menghasilkan tidak termasuk biaya perolehan aset.
  • Biaya bunga dapat diakui sebagai suatu komponen biaya perolehan aset tetap sesuai PSAK 26.

Hibah pemerintah terkait dengan tanaman produktif mengacu pada PSAK 61, yaitu: penghasilan ditangguhkan atau pengurang jumlah tercatat aset.

Aset biologis yang berupa tanaman yang bukan tanaman produktif (non bearer plant) antara lain:

  1. Tanaman yang dibudidayakan untuk dipanen sebagai produk agrikultur.
  2. Tanaman yang dibudidayakan untuk menghasilkan produk agrikultur dan entitas juga akan memanen dan menjual tanaman tersebut sebagai produk agrikultur, selain sebagai penjualan sisa insidental.
  3. Tanaman semusim (annual corps)

Hewan yang termasuk dalam aset biologis aktivitas agrikultur, antara lain:

  • hewan yang dibudidayakan untuk dipanen sebagai produk agrikultur
  • hewan yang dibudidayakan untuk menghasilkan produk agrikultur dan entitas juga akan memanen dan menjual hewan tersebut sebagai produk agrikultur; serta
  • hewan untuk menghasilkan tambahan hewan.

Entitas mengakui aset biologis atau produk agrikultur ketika:

  • Entitas mengendalikan aset biologis sebagai akibat dari peristiwa masa lalu;
  • Besar kemungkinan manfaat ekonomik masa depan yang terkait dengan aset biologis tersebut akan mengalir ke entitas; dan
  • Nilai wajar atau biaya perolehan aset biologis dapat diukur secara andal.

Pengukuran awal aset biologis adalah sebesar nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual. Namun, jika nilai wajar tidak dapat diukur secara andal, aset biologis diukur sebesar biaya perolehan.

Sedangkan, pengukuran pada setaip akhir periode adalah sebesar nilai wajar dikurangi dengan biaya untuk menjual (kecuali nilai wajar tidak dapat diestimasi secara andal). Namun, jika nilai wajar tidak dapat diukur secara andal, aset biologis diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai.

Keuntungan atau kerugian yang timbul pada saat pengakuan awal aset biologis pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dimasukkan dalam laba rugi pada periode terjadinya. Perubahan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset biologis berikutnya dimasukkan dalam laba rugi pada periode terjadinya.

Pengukuran produk agrikultur yang dipanen dari aset biologis diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual pada titik panen. Pengukuran seperti itu merupakan biaya perolehan pada tanggal ketika menerapkan PSAK 14: Persediaan atau PSAK lain yang berlaku.

Keuntungan atau kerugian yang timbul pada saat pengakuan awal produk agrikultur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dimasukkan dalam laba rugi pada periode dimana keuntungan atau kerugian tersebut terjadi.

Hibah pemerintah tanpa syarat yang terkait dengan aset biologis yang diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual diakui dalam laba rugi ketika, dan hanya ketika, hibah pemerintah tersebut menjadi piutang.

Jika hibah pemerintah yang terkait dengan aset biologis yang diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual adalah bersyarat, termasuk ketika hibah pemerintah mensyaratkan entitas untuk tidak terlibat dalam aktivitas agrikultur tertentu, maka entitas mengakui hibah pemerintah dalam laba rugi ketika, dan hanya ketika, kondisi yang melekat pada hibah pemerintah tersebut telah terpenuhi.

Pengkungkapan

Keuntungan atau kerugian yang timbul selama periode adalah pengakuan awal aset biologis dan produk agrikultur, serta dari perubahan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset biologis.

Entitas harus mendeskripsikan setiap kelompok aset biologisnya dalam Laporan Keuangannya. Jika tidak diungkapkan dalam informasi yang dipublikasikan dengan Laporan Keuangan, maka entitas mendeskripsikan: sifat aktivitasnya yang melibatkan setiap kelompok aset biologis serta ukuran atau estimasi nonkeuangan dari kuantitas spesifik atas setiap kelompok aset biologis milik entitas pada akhir periode dan keluaran produk agrikultur selama periode tersebut.

Selain itu, entitas juga mengungkapkan keberadaan dan jumlah tercatat aset biologis yang kepemilikannya dibatasi dan jumlah tercatat aset biologis yang dijaminkan untuk liabilitas; jumlah komitmen untuk pengembangan atau akuisisi aset biologis; strategi manajemen risiko keuangan yang terkait dengan aktivitas agrikultur.

Entitas juga menyiapkan rekonsiliasi perubahan jumlah tercatat aset biologis antara awal dan akhir periode berjalan.