Hubungi Kami

  • (031) 7534804
  • kkp.penampung@gmail.com
EnglishIndonesian
Wahyu Rizky N.
Author

Pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Dalam bidang perekonomian juga terkena imbas dengan adanya Pandemi ini. Namun perekonomian Indonesia dan Dunia kini berupaya bangkit untuk dapat berkembang dan tumbuh kembali di Era New Normal. Bangkit nya ekonomi ini ditandai dengan mulainya perusahaan-perusahaan yang beroperasi kembali.

Guna menjaga kesehatan karyawan, perusahaan pun melakukan pencegahan-pencegahan agar tidak menimbulkan masalah baru yaitu meningkatnya angka kasus positif yang terpapar Covid-19. Alhasil, perusahaan pun mengeluarkan biaya tambahan untuk pencegahan Covid 19.

Namun tidak perlu khawatir karena biaya pencegahan Covid-19 yang dikeluarkan oleh perusahaan dapat dibiayakan atau dibebankan dalam perhitungan pajak penghasilan. Hal ini berdasarkan Nota Dinas nomor ND-183/PJ/PJ.03/2021.

Dijelaskan bahwa biaya pencegahan Covid-19 dapat berupa:
1) Tes pendeteksi Covid-19 beserta sarana penunjang pemberiaannya kepada pegawai, yang telah memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, mutu, dan kemanfaatan sesuai peraturan perundang-undangan.
2) Sarana penunjang pencegahan Covid-19 bagi pegawai meliputi masker, antiseptic, hand sanitizer, disinfektan, dan/atau sumplemen kesehatan.
3) Vaksinasi Covid-19 bagi pegawai yang pendanaannya ditanggung atau dibebankan pada pemberi kerja.

Atas ketiga biaya tersebut merupakan biaya 3M yaitu biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan sehingga dapat dibebankan dalam menghitung pajak penghasilan kena pajak sepanjang kegiatan tersebut tidak membedakan jabatan (berlaku untuk seluruh karyawan). Atas biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut dianggap bukan sebagai penghasilan karyawan dan tidak termasuk dalam objek pajak penghasilan PPh 21.

Dengan adanya keputusan ini, menjadi titik terang bagi perusahaan sebagai pemberi kerja atas biaya pencegahan Covid 19 yang dikeluarkan. Hal ini diharapkan perusahaan sebagai salah satu penyokong perekonomian bangsa ini dapat terus tumbuh dan bangkit kembali sehingga Indonesia menjadi negara hebat karena pajaknya, sesuai dengan tagline DJP “Pajak Kuat, Indonesia Hebat”.