Hubungi Kami

  • (031) 7534804
  • kkp.penampung@gmail.com
EnglishIndonesian
Katharina S. Sarman, Luluk Makmuna & Putri Retno Asri
Author

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker) telah diterbitkan dan disahkan oleh pemerintah yang di dalamnya mengatur dan mengelola banyak hal untuk memudahkan kegiatan bisnis dengan tujuan terbentuknya lapangan kerja yang lebih merata dan mendorong peningkatan jumlah investasi. Dalam UU Ciptaker terdapat beberapa klaster, salah satunya adalah klaster perpajakan diantaranya adalah Ketentuan Umum Perpajakan, Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai. Topik pembahasan kali ini, akan mengulas terkait transformasi pajak penghasilan atas dividen yang tertuang dalam UU Ciptaker Pasal 111 bagian ketujuh tentang perpajakan.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya berdasarkan UU Pajak Penghasilan Nomor 36 Tahun 2008, penghasilan atas dividen yang diperoleh atau diterima oleh wajib pajak dalam negeri maupun luar negeri merupakan objek pajak penghasilan. Adanya transformasi pajak atas penghasilan dividen dalam UU Ciptaker memberikan angin segar bagi para investor. Pemerintah menjadikan penghasilan atas dividen sebagai penghasilan yang dikategorikan bukan objek pajak dengan beberapa syarat, meliputi :

Pertama, untuk dividen dari dalam negeri yang diperoleh oleh wajib pajak orang pribadi harus diinvestasikan di wilayah Negara Indonesia dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan untuk wajib pajak badan dikategorikan sebagai bukan objek pajak tanpa syarat.

Kedua, untuk dividen dari luar negeri yang diperoleh dari perusahaan yang terdaftar di bursa efek dikecualikan sebesar dividen yang diinvestasikan di wilayah Negara Indonesia dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan untuk dividen dari perusahaan luar negeri yang tidak terdaftar di bursa efek dalam hal dividen diinvestasikan paling sedikit 30% dari laba setelah pajak.

Ketiga, penghasilan setelah pajak dari Bentuk Usaha Tetap (BUT) luar negeri dengan syarat diinvestasikan di wilayah Negara Indonesia dalam jangka waktu tertentu paling sedikit 30% dari laba setelah pajak.

Keempat, penghasilan dari luar negeri tidak melalui BUT dengan syarat diinvestasikan di wilayah Negara Indonesia dalam jangka waktu tertentu, penghasilan berasal dari usaha aktif di luar negeri dan bukan penghasilan dari perusahaan yang dimiliki di luar negeri, merupakan penghasilan yang berasal dari luar negeri yang bersumber dari kegiatan usaha di luar negeri.

Adanya transformasi objek pajak dividen dalam UU Ciptaker ini diharapkan mempermudah kegiatan bisnis dan dapat meningkatkan kegiatan investasi sehingga akan meningkatkan perekonomian di Indonesia. Untuk ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan perubahan beberapa ketentuan dalam UU Ciptaker, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 18/PMK.03/2021 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja di Bidang Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, serta Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.